Di balik promo diskon dan notifikasi belanja, ada cerita kelam tentang utang.
Keresahan itulah yang diolah Aulia Rahmadhiyan menjadi naskah film pendek berjudul “S&K Berlaku: Sebuah Naskah Film Pendek tentang Budaya Konsumerisme”. Melalui karya kreatifnya, perwakilan wisudawan Magister Sastra dalam Wisuda ke-89 Universitas Kristen (UK) Petra ini menyoroti bagaimana budaya konsumtif mendorong masyarakat terjerat pinjaman daring, demi pengakuan sosial, hingga berujung pada konsekuensi fatal.
Film pendek bergenre thriller tersebut menggambarkan karakter yang terjebak utang pinjaman daring, lalu menghadapi teror dari sindikat perdagangan organ tubuh yang berkedok layanan finansial. “Karena kebetulan aku pun kerja di industri fintech, jadi isu-isu tentang pinjol itu sesuatu yang cukup dekat dengan apa yang aku hadapi sehari-hari,” terang Aulia. Mengambil peminatan Scriptwriting and Copywriting dalam studinya di Magister Sastra UK Petra, Aulia sehari-hari diketahui bekerja sebagai Senior Copywriter di perusahaan teknologi finansial, ia menangani kampanye brand, hingga digital ads.
Berlatar belakang Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Aulia merasa menempuh studi Magister memberinya pengalaman baru. Di kelas, ia belajar membangun ide, hingga menyusun naskah secara utuh. Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan tugas akhir, serta menulis genre thriller untuk pertama kalinya. “Aku merasa tugas akhir ini bisa jadi kesempatan aku untuk eksplorasi sesuatu yang baru,” tambahnya. Pemahaman dalam membangun karakter, memahami teori-teori sastra, hingga proses penyusunan cerita, juga harus dipahami oleh Aulia selama dua tahun belajar di UK Petra.
Lewat studi Magister yang ia tutup dengan meraih IPK 3.96, Aulia melihat bahwa jenjang pendidikan ini menjadi investasi penting dalam berkarier. “Kita belajar langsung dari orang-orang yang juga sudah berkecimpung di industri tersebut. Jadi kita bukan hanya belajar dari textbook saja, dan apa yang kita pelajari itu betul-betul bisa diterapkan di dunia yang nyata,” pungkas Aulia. (YER/Mel)




